Tanggapan Kejadian
63 km selatan Kepulauan Talaud

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 01 April 2021 pukul 17:12:25 WIB

5.5 SR Tidak berpotensi Tsunami

III-IV Kepulauan Talaud

Gempa bumi terjadi pada hari Kamis tanggal 1 April 2021 pukul 17:12:25 WIB di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 3,45°LU dan 126,67°BT, dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 63 km selatan Kota Melonguane (ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara). Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 126,705° BT dan 3,598° LS, dengan magnitudo (M5,4) pada kedalaman 46,5 km. Menurut data dari GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 3,63°LU dan 126,68°BT, dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 46 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Kepulauan Talaud. Morfologinya berupa perbukitan, lembah dan dataran pantai. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri – dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi, dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan oleh aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu. Jenis mekanisme pada sumber gempa bumi ini pada umumnya merupakan sesar naik yang berarah relatif utara – selatan.


Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa bumi ini. Menurut informasi BMKG guncangan gempa bumi terasa di daerah Kabupaten Kepulauan Talaud pada skala III-IV MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.


1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM