Tanggapan Kejadian
120,8 km barat barat daya Kabupaten Maluku Tenggara

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 01 April 2021 pukul 07:36:34 WIB

5 SR Tidak berpotensi Tsunami

III Maluku Tenggara

Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Banda pada koordinat 5,93°LS dan 131,69°BT dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 60 km dan berjarak sekitar 120,8 km barat barat daya Kota Langgur (ibukota Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku). Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 131,693° BT dan 5,935° LS, dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 74,9 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan Kepulauan Kai, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Daerah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf dan meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batugamping) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan pantai dan aluvial). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng di Laut Banda yang terbentang mulai dari tenggara pulau Timor, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok hingga utara Pulau Seram. Menurut catatan dari Badan Geologi sumber gempabumi penunjaman di Laut Banda pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang bisa dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat.


Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di daerah Kabupaten Maluku Tenggara pada skala III MMI (Modified Mercally Instensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami walaupun lokasi pusat gempa bumi di laut, karena tetapi energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan tsunami.


1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM