Tanggapan Kejadian
69,8 km barat laut Kabupaten Halmahera Barat

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 27 Maret 2021 pukul 16:46:13 WIB

5.5 SR Tidak berpotensi Tsunami

II-III Halmahera Barat

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, tanggal 27 Maret 2021, pukul 16:46:13 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 127,06° BT dan 1,56° LU, dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 110 km, berjarak sekitar 69,8 km barat laut Kota Jailolo (ibu kota Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara). Menurut data dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 127,129° BT dan 1,524° LU, dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 126 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 127,18° BT dan 1,55° LU, dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 128 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut dan guncangan gempa bumi melanda wilayah Kabupaten Halmahera Barat. Morfologi merupakan perbukitan, lembah dan dataran pantai. Wilayah tersebut disusun oleh endapan Kuarter berupa endapan pantai, aluvial/ sungai, dan batuan rombakan gunung api muda. Sebagian batuan rombakan gunung api muda tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan terhadap guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme sumber dari USGS Amerika Serikat, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas penunjaman ganda Punggungan Mayu Talaud dengan mekanisme sesar normal. Mekanisme utama aktivitas penunjaman ganda Punggungan Mayu Talaud pada umumnya merupakan sesar naik, namun pada lokasi di sekitar pusat gempa bumi diperkirakan terjadi tarikan yang mengakibatkan terbentuknya sesar normal.


Hingga tanggapan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi terasa di wilayah Kabupaten Halmahera Barat diperkirakan pada skala II-III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena walaupun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.


(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang kekuatannya lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM