Tanggapan Kejadian
34,5 km tenggara Kabupaten Samosir

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 27 Maret 2021 pukul 15:46:41 WIB

5 SR Tidak berpotensi Tsunami

III Samosir

Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Sabtu tanggal 27 Maret 2021 pukul 15:46:41 WIB. Menurut data BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 2,44°LU dan 98,96°BT dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 142 km, berjarak sekitar 34,5 km tenggara kota Pangururan (ibu kota Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara). Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 2,475°LU dan 98,979°BT dengan magnitudo (M4,9) pada kedalaman 148 km. Menurut informasi dari GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 2,47°LU dan 99,02°BT dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 150 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Samosir. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh morfologi perbukitan, lembah dan dataran. Batuannya merupakan endapan Kuarter yang terdiri – dari endapan sungai, rawa dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan bersifat lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber dari GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas penunjaman antara lempeng benua Eurasia dan lempeng samudera Indo-Australia dengan mekanisme sesar naik.


Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di daerah Kabupaten Samosir diperkirakan pada skala III MMI. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.


1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM