Tanggapan Kejadian
53,4 km tenggara Kabupaten Kaimana

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 18 Maret 2021 pukul 14:54:25 WIB

5.3 SR Tidak berpotensi Tsunami

IV Kaimana, II-III Nabire

Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Kamis tanggal 18 Maret 2021 pukul 14:54:25 WIB. Menurut data BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 4,08°LS dan 134,02°BT dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 53,4 km tenggara kota Kaimana (ibu kota Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat). Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 4.234°LS dan 133.859°BT dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 10 km. Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 134,05° BT dan 4,26° LS, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 10 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat di daerah Kabupaten Jayawijaya. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh morfologi perbukitan, lembah dan dataran pantai. Batuannya terdiri dari batuan berumur Pra Tersier (batuan metamorf dan metasedimen), batuan Tersier ( batuan sedimen dan batugamping) dan endapan Kuarter (endapan aluvial pantai, sungai dan rawa). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu pada morfologi perbukitan yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah bila dipicu guncangan gempa bumi kuat di daerah Kabupaten Kaimana.


Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber dari GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar mendatar berarah timur laut-barat daya.


Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di sekitar daerah Kabupaten Kaimana pada skala IV MMI (Modified Mercally Intensity) dan di Kota Nabire pada skala II-III MMI. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.


1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM