Tanggapan Kejadian
33 km barat laut Pulau Morotai

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 17 Maret 2021 pukul 23:20:50 WIB

5 SR Tidak berpotensi Tsunami

III-IV Pulau Morotai

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, tanggal 17 Maret 2021, pukul 23:20:50 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 128,19° BT dan 2,3° LU, dengan magnitudo 5,0 pada kedalaman 73 km, berjarak 33 km barat laut kota Daruba (ibu kota Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara).


Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut di daerah Kabupaten Pulau Morotai. Morfologinya merupakan perbukitan pada bagian tengah pulau, lembah dan dataran pantai. Batuannya tersusun oleh batuan berumur Tersier terdiri-dari batuan sedimen, rombakan gunung api, serta endapan Kuarter terdiri-dari endapan aluvial pantai dan aluvial sungai. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Laut Filipina yang terbentang mulai dari timur Halmahera, Morotai hingga timur Filiphina yang berarah relatif utara-barat laut hingga selatan-tenggara. Menurut catatan Badan Geologi, Pulau Morotai paling tidak telah mengalami 4 kejadian gempa bumi merusak yang terjadi pada tahun 1989, 2003, 2006 dan 2013 yang sebagian diakibatkan oleh aktivitas penunjaman Lempeng Laut Filipina.


Hingga tanggapan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan yang diakibatkan kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di Pulau Morotai dengan skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.


(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan kekuatannya lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM