Tanggapan Kejadian
41 km baratdaya Bengkulu Selatan

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 07 Januari 2021 pukul 00:28:34 WIB

5.8 SR Tidak berpotensi Tsunami

Kota Bengkulu IV-V MMI; Manna IV MMI; Kepahiang III-IV MMI; Pos PGA Dempo, Lubuk LinggaU, Pagar Alam, Lahat, Argamakmur, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah III MMI; Pesisir Barat, Liwa II-III MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Kamis, 7 Januari 2021, pukul 00:28 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 102,54° BT dan 4,50° LS (41 km baratdaya Bengkulu Selatan) dengan magnitudo M5,8 pada kedalaman 31 km. GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 102,59° BT dan 4,45° LS dengan kekuatan 5,6 Mw dan kedalaman 67 km. The United States Geological Survey (USGS), Amerika, menginformasikan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 102,712° BT dan 4,315° LS, dengan magnitudo M5,5 pada kedalaman 66,3 km


Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Kegempaan di Pulau Sumatera sangat dipengaruhi oleh Penunjaman Sunda di sebelah barat Pulau Sumatera, Sesar Mentawai, dan Sesar Besar Sumatera. Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa adalah pesisir barat Bengkulu. Secara litologi wilayah pesisir barat Bengkulu pada umumnya tersusun oleh batuan sedimen berumur Kuarter dan Formasi Bintunan yang terdiri dari konglomerat aneka bahan, breksi, batugamping terumbu, batulempung tufan, berbatuapung, kayu terkersikkan berumur Pliatosen. Guncangan gempa bumi pada umumnya akan dirasakan lebih kuat pada wilayah yg disusun oleh batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan.


Berdasarkan posisi pusat gempa bumi, kedalamannya, gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi ini merupakan gempa bumi interface subduksi yang terjadi pada bidang gesek antara kedua lempeng tersebut.


Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Dempo di Pagar Alam, Sumatera Selatan, intensitas guncangan di lokasi tersebut sebesar III MMI (Modified Mercalli Intensity). Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Kota Bengkulu dengan intensitas IV-V MMI, di Manna sebesar IV MMI, di Kepahiang sebesar III-IV MMI, di Lubuk Linggau, Pagar Alam, Lahat, Arga Makmur, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah dan Empat Lawang dengan intensitas III MMI, serta di Pesisir Barat, Liwa dan Kerinci dengan intensitas II-III MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena walaupun gempa bumi berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi terkait intensitas guncangan serta kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM