Tanggapan Kejadian
39,6 km tenggara Kabupaten Morowali

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 04 Januari 2021 pukul 02:13:59 WIB

4.9 SR Tidak berpotensi Tsunami

Gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 4 Januari 2021, pukul 02:13:59 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 2,8°LS dan 122,2°BT, dengan magnitudo (M4,9) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 39,6 km tenggara Kota Bungku (ibu kota Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah). Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 2,763°LS dan 122,243°BT, pada kedalaman 10 km dengan magnitudo (M5,0). Menurut data BMKG kejadian ini diawali gempa bumi awal pada pukul 01:27:39 WIB dan diikuti oleh serangkaian gempa bumi susulan.


Wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempa bumi adalah Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Wilayah ini merupakan morfologi perbukitan, lembah dan dataran pantai yang tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf, meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batugamping) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan pantai dan aluvial). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu morfologi terjal yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu guncangan gempabumi kuat di daerah ini.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi, yaitu sesar Matano pada segmen Geressa yang merupakan sesar mendatar berarah barat laut – tenggara.


Hingga tanggapan ini dibuat menurut informasi dari BPBD Kabupaten Morowali (Bapak Gunawan), kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan bencana yaitu : 1 orang luka-luka dan 9 bangunan mengalami kerusakan di Desa Kurisa dan Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di daerah sekitar lokasi pusat gempabumi diperkirakan pada skala intensitas V-VI MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.


(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan kekuatannya lebih kecil.
(3) Bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD setempat.
(4) Apabila terdapat retakan tanah pada bagian atas perbukitan akibat guncangan gempa bumi, agar waspada terhadap kemungkinan terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi dan curah hujan tinggi.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM