Tanggapan Kejadian
37,2 km selatan - tenggara Kabupaten Sikka

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 31 Desember 2020 pukul 17:18:54 WIB

5.3 SR Tidak berpotensi Tsunami

Maumere III MMI; Ende II-III MMI; PPGA Lewotolok, Waingapu II MMI

Telah terjadi gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur tanggal 31 Desember 2020 pada pukul 17:18:54 WIB. Menurut informasi dari BMKG lokasi pusat gempa bumi berada di Laut Sawu pada koordinat 8,95°LS dan 122,31°BT, dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 115 km, berjarak sekitar 37,2 km selatan - tenggara Kota Maumere (ibu kota Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur). Berdasarkan data USGS Amerika Serikat lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 122,348°BT dan 8,816°LS dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 122,8 km. Menurut data dari GFZ Jerman lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,82°LS dan 122,25°BT, dengan magnitudo (M5,4) pada kedalaman 121 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Sikka. Daerah tersebut pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan batuan rombakan gunung api, serta endapan Kuarter yang terdiri – dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan Kuarter bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, , maka kejadian gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas zona penunjaman yang terletak di selatan Pulau Flores. Mekanisme sumber dari zona penunjaman pada umumnya adalah sesar naik.


Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini. Kejadian gempa bumi ini terekam di Pos Pengamatan Gunung Api Lewotolok di Kabupaten Lembata, dan terasa pada skala II MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut informasi dari BMKG, guncangan gempa bumi terasa di daerah Kabupaten Sikka pada skala II-III MMI. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut namun energinya tidak cukup untuk mengakibatkan terjadinya deformasi bawah laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.


(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM