Tanggapan Kejadian
171,3 km utara – barat laut Kabupaten Sangihe

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 29 Desember 2020 pukul 23:21:48 WIB

5.8 SR Tidak berpotensi Tsunami

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa tanggal 29 Desember 2020 pukul 23:21:48 WIB. Menurut data BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 5,1°LU dan 125,19°BT dengan magnitudo (M5,8) pada kedalaman 18 km, berjarak sekitar 171,3 km utara – barat laut kota Tahuna (ibu kota Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara). Berdasarkan data USGS Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 125,328°BT dan 5,255°LU dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 35 km. Menurut data GFZ Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 5,23° LU dan 125,48° BT dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 30 km. Berdasarkan data USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman terjadi beberapa gempa bumi susulan.


Lokasi pusat gempa bumi terletak lebih dekat dengan daerah Kabupaten Sangihe. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh morfologi perbukitan dan lembah pada bagian tengah, serta dataran pada daerah pantai. Batuannya merupakan endapan Kuarter yang terdiri – dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi yang telah mengalami pelapukan bersifat lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu morfologi perbukitan yang tertutup oleh batuan rombakan gunungapi yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah bila dipicu guncangan gempabumi kuat di daerah Kabupaten Sangihe.


Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, data mekanisme sumber dari USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar naik berarah utara barat laut – selatan tenggara.


Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di daerah Kabupaten Sangihe diperkirakan pada skala II – III MMI. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.


1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM