Kamis, 26 Agustus 2021 - 1 bulan yang lalu

09:14:19 WIB

20,8 km barat laut Tojo Una-Una

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 26 Agustus 2021 pukul 09:14:19 WIB

IV - V sekitar lokasi pusat gempa bumi

Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Kamis, tanggal 26 Agustus 2021, pukul 09:14:19 WIB. Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 0,7°LS dan 121,51°BT, dengan magnitudo (M5,8) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 20,8 km barat laut kota Ampana (Ibukota Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah). Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 121,604° BT dan 0,836° LS, dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 10 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 121,62° BT dan 0,83° LS, dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 10 km.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
Kejadian gempa bumi ini berpotensi mengakibatkan kerusakan bangunan. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman
Bangunan yang terletak pada KRB menengah dan tinggi harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) dalam dimensi kecil berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi tipe non aliran. Oleh karena itu penduduk agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya fenomena tersebut
Penduduk agar waspada apabila terjadi retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

5.8 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Senin, 26 Juli 2021 - 2 bulan yang lalu

19:09:07 WIB

41,2 km timur laut Kabupaten Tojo Una-una

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 26 Juli 2021 pukul 19:09:07 WIB

V-VI

Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 26 Juli 2021, pukul 19:09:07 WIB. Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 0,73°LS dan 121,92°BT, dengan magnitudo (M6,5) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 41,2 km timur laut kota Ampana (Ibukota Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah). Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 121,931° BT dan 0,748° LS, dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 10,7 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 122,04° BT dan 0,71° LS, dengan magnitudo (M6,1) pada kedalaman 10 km. Sebelumnya pada hari yang sama pukul 10:52:03 WIB telah terjadi gempa bumi yang berjarak sekitar 5,5 km sebelah barat kejadian gempa bumi pukul 19:09:07 WIB, dengan Magnitudo (M5,9) pada kedalaman 10 km. Kejadian gempa bumi pada pukul 19:09:07 WIB diperkirakan merupakan gempa bumi awal (foreshock) dan kejadian pukul 19:09:07 WIB diperkirakan sebagai gempa bumi utama (mainshock).

(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan kerusakan bangunan. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman.
(3) Bangunan yang terletak pada KRB menengah dan tinggi harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(4) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi tipe non aliran. Oleh karena itu penduduk agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya fenomena tersebut.
(5) Penduduk agar waspada apabila terjadi retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

6.5 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

10:52:03 WIB

89 km timur laut Kabupaten Tojo Una-una

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 26 Juli 2021 pukul 10:52:03 WIB

III-IV

Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 26 Juli 2021, pukul 10:52:03 WIB, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 0,73°LS dan 121,87°BT, dengan magnitudo (M5,9) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 89 km timur laut Ampana, Ibukota Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 121,930° BT dan 0,728° LS, dengan magnitudo (M5,7) pada kedalaman 98 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 121,96° BT dan 0,75° LS, dengan magnitudo (M5,8) pada kedalaman 10 km.

(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bangunan yang terletak pada KRB menengah dan tinggi harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(3) Kejadian gempa bumi ini berpotensi mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, dan gerakan tanah.
(4) Penduduk agar waspada apabila terjadi retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

5.9 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Kamis, 22 Juli 2021 - 2 bulan yang lalu

00:44:22 WIB

5,7 km tenggara Kota Mamasa

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 22 Juli 2021 pukul 00:44:22 WIB

Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Kamis, tanggal 22 Juli 2021, pukul 00:44:22 WIB, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 2,96°LS dan 119,43°BT, dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 5,7 km tenggara Kota Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 119,388° BT dan 2,969° LS, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 11,4 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 119,42° BT dan 2,98° LS, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 10 km.

1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
2. Bangunan yang terletak pada KRB menengah harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
3. Kejadian gempa bumi ini berpotensi mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, dan gerakan tanah
4. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan direkomendasikan untuk mengungsi ke tempat yang aman
5. Penduduk agar waspada apabila terjadi retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

5.3 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Sabtu, 10 Juli 2021 - 2 bulan yang lalu

07:43:55 WIB

112 km barat daya Kepulauan Talaud

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 10 Juli 2021 pukul 07:43:55 WIB

III-IV Kepulauan Talaud

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu tanggal 10 Juli 2021, pukul 07:43:55 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 2,99°LU dan 126,63°BT dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 112 km barat daya Kota Melonguane (Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud), Provinsi Sulawesi Utara. Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,50° BT dan 3,03° LU, dengan magnitudo (M6,1) pada kedalaman 50 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi pada koordinat 126,495° BT dan 2,94° LU pada kedalaman 45,1 km dengan magnitudo (M6,1).

1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
2. Bangunan yang terletak pada KRB tinggi dan menengah harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
3. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

6.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Rabu, 16 Juni 2021 - 3 bulan yang lalu

11:43:08 WIB

67,5 km timur tenggara Maluku Tengah

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 16 Juni 2021 pukul 11:43:08 WIB

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu tanggal 16 Juni 2021 pukul 11:43:08 WIB. Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 3,39°LS dan 129,56°BT dengan magnitudo (M6,1) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 67,5 km timur tenggara Masohi (ibukota Kabupaten Maluku Tengah), Provinsi Maluku. Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 129,503° BT dan 3,593° LU, dengan magnitudo (M5,8) pada kedalaman 10,6 km, berjarak 70 km timur tenggara Amahai. Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 129,61° BT dan 3,50° LS, dengan magnitudo (M5,9) pada kedalaman 10 km.

1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil
2. Untuk masyarakat yang mengalami dampak gempa bumi ini berupa kerusakan bangunan direkomendasikan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman
3. Bangunan dan rumah penduduk yang terletak pada KRB gempa bumi menengah harus dibangun dengan bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan tempat dan jalur evakuasi
4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) dalam dimensi kecil berupa retakan tanah, gerakan tanah dan juga likuefaksi tipe non aliran.

6.1 SR Berpotensi terjadi Tsunami

Lihat Detail

Jumat, 11 Juni 2021 - 3 bulan yang lalu

09:23:42 WIB

81,4 km selatan barat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 11 Juni 2021 pukul 09:23:42 WIB

II-IV Bolaang Mongondow Selatan

Gempa bumi terjadi pada hari Jumat tanggal 11 Juni 2021, pukul:09:23:42 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 0,06°LU dan 124,40°BT dengan magnitudo (M5,7) pada kedalaman 14 km, berjarak sekitar 81,4 km selatan barat Kota Molibagu (ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara). Menurut informasi GeoForschungsZentrum(GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 124,39° BT dan 0,00° LU, dengan magnitudo (M5,4) pada kedalaman 83 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey(USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi pada koordinat 124,291° BT dan 0,050° LU pada kedalaman 64,0 km dengan magnitudo (M5,5).

1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang diharapkan kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
2. Bangunan dan rumah penduduk yang terletak pada KRB gempa bumi menengah hingga tinggi, harus dibangun mengikuti kaidah bangunan tahan gempa bumi. Selain itu harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
3. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

5.7 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Selasa, 08 Juni 2021 - 3 bulan yang lalu

12:00:34 WIB

25,04 km barat bolaang Mongondow Selatan

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 08 Juni 2021 pukul 12:00:34 WIB

II Bolaang Mongondow Selatan

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa tanggal 8 Juni 2021, pukul 12:00:34 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 0,35° LU dan 123,75° BT dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 185 km, berjarak sekitar 25,04 km barat Kota Molibagu (ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara). Menurut informasi GeoForschungsZentrum(GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 123,73° BT dan 0,39° LU, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 210 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey(USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi pada koordinat 123,659° BT dan 0,417° LU pada kedalaman 196,4 km dengan magnitudo (M5,3).

(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang diharapkan kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bangunan dan rumah penduduk yang terletak pada KRB tinggi, sebaiknya tidak menggantungkan barang berat di dinding atau rak tinggi guna menghindari dari kejatuhan barang dan memahami evakuasi mandiri bila di dalam bangunan.
(3) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard)berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

5.3 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Senin, 07 Juni 2021 - 3 bulan yang lalu

12:15:58 WIB

125,8 km barat laut Kabupaten Kepulauan Aru

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 07 Juni 2021 pukul 12:15:58 WIB

II-III Kepulauan Aru

Gempa bumi terjadi pada hari Senin tanggal 7 Juni 2021, pukul 12:15:58 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 4,72° LS dan 133,78° BT dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 27 km, berjarak sekitar 125,8 km barat laut Kota Dobo (ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku). Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 133,76° BT dan 4,83° LS, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 10 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi pada koordinat 133,725° BT dan 4,755° LU pada kedalaman 10 km dengan magnitudo (M5,3).

(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bangunan dan rumah penduduk yang terletak pada KRB rendah, sebaiknya dibangun dengan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan serta dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(3) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

5.3 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Minggu, 06 Juni 2021 - 3 bulan yang lalu

16:07:31 WIB

105,6 km selatan Kepulauan Talaud

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 06 Juni 2021 pukul 16:07:31 WIB

II-III Kepulauan Talaud

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, 6 Juni 2021, pukul 16:07:31 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 3,07°LU dan 126,61°BT dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 105,6 km selatan Kota Melonguane (Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud), Provinsi Sulawesi Utara. Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,51° BT dan 3,07° LU, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 50 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi pada koordinat 126,572° BT dan 3,017° LU pada kedalaman 53,2 km dengan magnitudo (M5,2).

(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bangunan yang terletak pada KRB tinggi dan menengah harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(3) Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

5.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Cari data laporan dan kajian gempa bumi dan tsunami


Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM