Pumice
Pumice

Diperbarui pada Kamis, 04 November 2021 13:59:23 WIB

Pumice atau batu apung ( /ˈpʌmɪs/), disebut pumicite dalam bentuk bubuk atau debu, adalah batuan vulkanik yang terdiri dari gelas vulkanik bertekstur kasar yang sangat vesikular dan mengandung kristal. Pada berwarna terang. Scoria adalah batuan vulkanik vesikular lain yang berbeda dari batu apung memiliki vesikel yang lebih besar, dinding vesikel yang lebih tebal dan berwarna gelap dan lebih padat.

Batu apung terbentuk ketika batu yang sangat panas dan bertekanan tinggi dilontarkan dengan cara energetik dari gunung api. Konfigurasi berbusa yang tidak biasa dari batu apung terjadi karena pendinginan yang cepat secara simultan dan depressurisasi yang cepat. Depressurization menciptakan gelembung dengan menurunkan kelarutan gas (termasuk air dan CO2) yang larut dalam lava, menyebabkan gas cepat larut (seperti gelembung CO2 yang muncul ketika minuman berkarbonasi dibuka). Pendinginan simultan dan depressurization membekukan gelembung dalam matriks.
Batu apung terdiri dari partikel gelas piroklastik yang sangat mikrovesikular dengan dinding gelembung yang sangat tipis dan tembus cahaya dari batuan beku ekstrusif. Batu apung adalah produk umum dari letusan eksplosif (pembentukan plinian dan ignimbrit) dan umumnya membentuk zona di bagian atas lava silika. Batu apung memiliki porositas 64-85% volume dan mengapung di atas air. 

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM