Bom Vulkanik
Bom Vulkanik

Diperbarui pada Kamis, 04 November 2021 10:35:09 WIB

Bom vulkanik atau bom lava adalah massa batuan berfasa cair dengan diameter lebih besar dari 64 mm (2,5 inci), terbentuk ketika gunung api mengeluarkan fragmen lava kental selama erupsi. Material tersebut mendingin menjadi fragmen padat sebelum mencapai permukaan. Karena bom vulkanik mendingin setelah dilontarkan gunung api, bom vulkanik termasuk ke dalam batuan beku ekstrusif. Bom vulkanik dapat dilemparkan beberapa kilometer dari titik erupsi, dan seringkali memperoleh bentuk aerodinamis selama proses transport. Bom bisa sangat besar; letusan Gunung Asama tahun 1935 di Jepang mengeluarkan bom dengan diameter 5–6 m (16-20 kaki) hingga 600 m (2.000 kaki) dari titik erupsi. Bom vulkanik adalah bahaya vulkanik yang signifikan, dan dapat menyebabkan cedera parah dan kematian bagi orang-orang di zona bahaya. Salah satu insiden tersebut terjadi di gunung berapi Galeras di Kolombia pada tahun 1993; enam orang di dekat puncak tewas dan beberapa terluka parah oleh bom lava ketika terjadi erupsi secara tak terduga. Pada kasus tertentu,bom vulkanik terlontarkan dari tekanan gas internal saat mendingin. Sebagian besar kerusakan yang ditimbulkannya adalah dari benturan, atau kerusakan akibat kebakaran yang diakibatkan suhu panas bom vulkanik. Tekstur bom vulkanik yang paling sering diamati adalah bom jenis "kerak roti"
Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM