Glossary

Daftar istilah yang digunakan dalam kebencanaan geologi.

Istilah deskripsi
Gempa bumi
Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempa bumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.
Gunung api aktif
Gunung api yang sedang erupsi, atau pernah mengalami erupsi setidaknya dalam beberapa ribu tahun terakhir dan mungkin saja mengalami erupsi kembali di masa yang akan datang
Gunung api Tipe A
Merupakan gunung api yang memiliki catatan sejarah letusan sejak tahun 1600.
Gunung api Tipe B
Merupakan gunung api yang memiliki catatan sejarah letusan sebelum tahun 1600.
Gunung api Tipe C
Merupakan gunung api yang tidak memiliki catatan sejarah letusan, tetapi masih memperlihatkan jejak aktivitas vulkanik, seperti solfatara atau fumarole.
Pemantauan Deformasi
Pemantauan yang dilakukan untuk mengetahui perubahan permukaan tanah yang diakibatkan oleh intrusi magma yang mendorong batuan di sekitarnya sehingga dapat diketahui lokasi, volume, bentuk kantong magma, dengan pengukuran secara langsung di lapangan menggunakan GPS, EDM, Tilt maupun secara extra terestrial (satelit dan UAV).
Pemantauan Geokimia
Pemantauan peningkatan aktivitas vulkanik dengan menganalisis perubahan emisi gas vulkanik maupun air dari danau kawah dengan pengukuran langsung di lapangan atau dari satelit untuk mengetahui perubahan komposisi kimianya.
Pemantauan Seismik
Pemantauan kegempaan menggunakan peralatan seismometer untuk memonitoring gempa-gempa yang terjadi yang kemudian di analisis untuk memperkirakan penampang geologi, perbedaan pelapisan batuan, lipatan atau jenis struktur lainnya.
Pemantauan Suhu
Pemantauan kenaikan suhu kawah atau solfatara menggunakan peralatan termometer, termokopel dan satelit.
Pemantauan Visual
Pemantauan fenomena gunung api dengan panca indera manusia, seperti melihat langsung perubahan kepulan asap, munculnya kubah lava, adanya bau belerang menyengat dan lain-lain
Skala MMI (Modified Mercally Intensity)
Skala MMI (Modified Mercally Intensity) dicetuskan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. MMI digunakan untuk mengukur seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa. Tidak ada cara penghitungan karena ukuran ini ditentukan berdasar hasil pengamatan dari orang yang mengalami atau melihat gempa. Karena dihitung berdasar pengamatan, skala MMI ini tidak sama di setiap tempat. Lokasi yang dekat dengan episentrum (pusat gempa) harusnya memiliki skala MMI yang besar.